Tiga Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education dari Netflix

Tiga Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education dari Netflix

Tiga Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education dari Netflix

sex education tidak seperti yang dibayangkan Lm5nrAseum - Tiga Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Serial Sex Education dari Netflix

Salah satu produk orisinal dari Netflix yang menjadi perbincangan di awal tahun 2019 adalah serial Sex Education yang di bintangi oleh Asa Butterfield (Ender’s Game) dan Gillian Anderson (X-Files). Serial ini banyak mendapatkan respon positif karena mengemas cerita remaja dengan segala permasalahan mereka termasuk masalah seksual dengan gamblang, lucu, dan juga menarik.

Berbeda dari kisah remaja sejenisnya, serial Sex Education tidak selalu berisi kelucuan dan kebengalan para remaja labil, tapi juga memiliki banyak pelajaran yang bermanfaat, terlepas kontorversinya jika dibandingkan dengan budaya Indonesia. Di lansir dari technicvallee.com, berikut tiga alasan kenapa kamu harus nonton serial Sex Education dari Netflix.

1. Cerita yang menarik

Di kutip dari truereligion-outlet.us.org/, Otis (Asa Butterfield) adalah remaja yang tidak populer di sekolahnya dan memiliki keterlambatan dalam hal seksual, berbeda dari remaja sebayanya di Inggris. Tapi uniknya Otis memiliki pengetahuan tentang masalah seksual melebihi teman-temannya karena punya ibu seorang psikolog seks.

Pengetahuan Otis ini di manfaatkan oleh temannya, Maev, untuk membantu murid di sekolah mereka dalam hal pendidikan seks. Dan kisah Otis si anak tidak populer pun berubah 180 derajat.

2. Karakter protagonis yang menarik

Serial Sex Education ini memiliki kekuatan pada karakter-karakternya yang menarik, terutama para protagonis. Otis, walaupun canggung dan susah berinteraksi dengan orang lain, memiliki sikap yang lebih dewasa dan bijaksana dari anak sebayanya. Pengetahuannya yang luas membuatnya lebih menarik daripada anak populer.

Sedangkan Maev yang di perankan oleh Emma Mackey yang mirip dengan Margot Robbie ini hadir tidak hanya hadir sebagai love interest saja. Karakternya yang mandiri, cerdas dan juga suka dengan feminisme membuatnya sangat menarik. Ia tidak terasa seperti pemeran pendukung biasa, malah terlihat sejajar dengan Otis.

Lalu ada Eric (Ncuti Gatwa), remaja kulit hitam yang berusaha untuk bangga terhadap dirinya yang berbeda. Latar belakangnya sangat menarik dan ia kerap menjadi pemecah suasana lewat leluconnya.

3. Bullying sudah ketinggalan zaman

Poin lain yang membuat Sex Education wajib tonton adalah bagaimana serial ini menampilkan bullying. Walau masih menampilkan adegan bullying layaknya serial-serial remaja kebanyakan, tapi tampak jelas kalau serial ini ingin mengirim pesan kalau bullying sudah ketinggalan zaman. Bahkan karakter bully di serial ini di gambarkan sebagai anak yang bodoh, katrok, dan di jauhi semua orang.

Comments are closed.