Khofifah Bagi Masker di Kota Malang

Khofifah Bagi Masker di Kota Malang

Khofifah Bagi Masker di Kota Malang

Khofifah Bagi Masker di Kota Malang, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Provinsi Jatim mengunjungi Kota Malang untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pencegahan COVID-19. Pembagian itu berbarengan dengan acara olahraga gowes bersama di Kota Malang, Sabtu

Dilansir dari laman http://utowndc.com, Tak hanya masker, Khofifah juga membagikan paket sembako kepada warga di beberapa titik yang disinggahi. Gowes sendiri dimulai dari Bakorwil Malang menuju Pasar Oro-oro Dowo, lalu ke Stasiun Kota Malang, Pasar Klojen dan berakhir di Lapangan Rampal.

1. Penindakan dan edukasi harus berjalan seiringan

Usai melakukan kegiatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa sejak 14 September kemarin operasi yustisi penindakan bagi pelanggar protokol pencegahan COVID-19 dalam hal ini tidak bermasker telah dilakukan.

Meskipun penegakan dilakukan, tetap tidak boleh meninggalkan edukasi kepada masyarakat.

“Apa yang kami lakukan ini juga merupakan bagian dari edukasi. Walau penindakan tetap harus dilakukan, tetapi masyarakat juga harus tetap diedukasi,” terangnya di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu.

2. Normalnya masker harus ganti tiap 4 jam

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan bahwa sejauh ini masih banyak masyarakat yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban memakai masker. Makanya tak jarang ditemui bahwa banyak masyarakat yang hanya memiliki satu masker saja untuk aktifitas sehari-hari.

Padahal, idealnya masker harus diganti setiap 4 jam sekali. Untuk itu, pembagian masker kepada masyarakat itu juga agar mereka memiliki stok masker.

“Kalau dulu edukasinya hanya wajib memakai masker. Tetapi sekarang harus menggunakan masker yang aman dan benar. Paling tidak menggunakan masker harus menutup hidung, jangan di bawah hidung apalagi di bawah dagu,” imbuhnya.

3. Masker efektif cegah penularan

Khofifah menambahkan bahwa pemakaian masker yang benar efektif mencegah penularan. Tentu jika itu bisa dijalankan dengan baik maka kasus penularan COVID-19 bosa ditekan hingga 0.

Maka dari itu, dirinya sengaja menyasar tempat-tempat berkerumun seperti di pasar atau titik-titik lain yang cenderung menjadi pusat berkumpulnya orang.

Selain memberikan edukasi, Khofifah juga ingin memastikan bahwa perekonomian tetap jalan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Keseimbangan antara penegakan dan edukasi inilah yang harus terus dijaga dan terus disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

4. Ekonomi dan kesehatan harus berjalan seimbang

Dalam situasi seperti saat ini, maka Pemprov Jatim terus mengupayakan bahwa ekonomi dan kesehatan bisa berjalan seimbang. Artinya perekonomian berangsur-angsur kembali normal, tetapi dengan tetap memeperhatikan keamanan dan kesehatan. Memang untuk menyelaraskan keduanya tidak mudah dan menjadi tantangan tersendiri.

“Tetapi dengan kedisiplinan, maka penyebaran COVID-19 akan bisa dikendalikan dan diturunkan,” tandasnya.

Comments are closed.